ALEXANDRA Part 8 - Akan Ku Balas Semua Perbuatanmu!



Kini saatnya Jason merubah wujudnya ke wujud aslinya.Penjaga yang tadi telah curiga, menghidupkan alarm. Jason dengan girangnya kembali melancarkan aksinya. Mengembangkan sayap mengisyaratkan pertarungan. Semua penjaga berlarian untuk menangkap Jason. 

Dengan kekuatan otot-ototnya dalam sekejap saja, Jason melumpuhkan lawannya. Nampaknya kekuatan mulai stabil. Dia harus cepat tidak boleh sampai lengah. Di sebelah kirinya ada lima penjaga datang dengan membawa senjata kejutan listrik dengan sekejap mata Jason berhasil melumpuhkan lawannya. 

Sudah hampir setengah dari penjaga di kalahkan Jason. Ditengah-tengah pertempuran, datang seseorang dengan kemeja putih dan berkacamata, dengan beberapa asisten di belakangnya.Tidak salah lagi kalau dia adalah profesor Aaron. 

“Jason cukup!! Kau harus patuh!! Ingat kekuatanmu belum sepenuhnya sempurna tinggal 30% lagi kau ingat itu. Kau harus menjalakan beberapa tes lagi. Kau tidak boleh pergi Jason, kau adalah harapan terakhirku. Setelah kau sudah sempurna aku akan menunjukkan kepada dunia, kepada profesor-profesor yang sudah mencampakkanku bahwa eksrimenku berhasil!!”. 

“Cih... apa katamu harapan? Apa kau gila! Dengan menculikku, menghilangkan ingatanku, lalu kau suntikkan aku dengan cairan menjijikkan itu, dan kau bedah tubuhku. Kau pikir aku ini apa?! binatang?! atau bonekamu?! Seenaknya saja kau mengubahku menjadi monster seperti ini. Aku bisa saja melaporkanmu karna sudah menculik anak dibawah umur dan menjadikannya kelinci percobaan untuk eksperimen gila ini”. Amarah Jason mulai memuncak setiap mendengar perkataan Aaron. 

“Ayolah Jason, bukankah kau menginginkan ini semua, kekuatan?. Jangan naif, kau pasti mengingikannya juga bukan?”. Aaron pun tidak mau menyerah dia terus membujuk Jason agar tidak pergi. 

“Tadinya aku mengingikan itu semua, tapi sekarang aku sadar lebih baik jadi manusia biasa yang normal dari pada menjadi MONSTER seperti ini!!”. 

“HAHAHAHA….. dasar bodah!!! Bodoh sekali!!! Berterima kasihlah padaku Jason, sudah bagus ku berikan kau kekuatan yang istimewa, hanya Kau yang memilikinya kau bisa mengingikan apapun yang kau mau Penjaga tangkap anak itu sekarang!”. Aaron mulai menyombongkan dirinya. Dia tidak ingin kelincinya itu kabur hanya dia satu-satunya harapan agar bisa balas dendam kepada profesor-profesor yang telah mencampakkannya. 

“Baik”. 

Sebelum sempat penjaga menangkap Jason, dengan perasaan yang amat marah dia mengembangkan sayapnya dia harus mengakhiri eksperimen ini. Aaron dan orangnya harus ditangkap. Mereka sudah kelewatan kalau dibiarkan terus menerus akan semakin banyak korban. 

Semakin banyak orang tua akan kehilangan anaknya. Sangat mengerikan sekali, melaporkan Aaron ke polisi bukan perkara yang mudah. Melihatkan identitas kepada polisi bukan ide yang sangat bagus. Jason akan dianggap gila dan dia akan ditangkap. 

Manusia burung tidak ada di dunia nyata. Dia bisa dipenjara, dipenjara anak-anak. Dia harus bersembunyi dan menunggu di saat yang tepat baru dia akan membalaskan semuanya dan membebaskan anak-anak yang tersisa kalau masih hidup. 

Dengan perasaan dendam yang amat mendalam Jason mencari tempat untuk bersembunyi.Tidak aman kalau berinteraksi dengan dunia luar. Bisa-bisa dia akan tertangkap lagi dengan anak buahnya Aaron. 

“Akan aku tunggu waktu untuk membalas semua perbuatan profesor gila itu”. Gumamnya. 

Sudah berhari-hari Jason terbang. Tidak ada satu pun tempat yang bisa dijadikan untuk persembunyian yang aman. Beberapa kota sudah dilaluinya, dia tidak menemukan tempat yang cocok. 

“Sial, aku tidak bisa terus terbang, aku harus mengisi tenaga. Sudah berhari-hari aku belum makan. Tapi, aku tidak mempunyai uang sama sekali”. 

Berhentilah Jason disalah satu kota kecil disekelilingnya hanya terdapat bukit-bukit, tanah yang kering, dan beberapa tumbuhan kaktus. Dia melihat ada sebuah toko disana.Toko kecil yang menjual bermacam-macam jenis roti-roti dan beberapa pernak-pernik. Terlintas didalam benaknya. 

“Untuk apa aku mempunyai uang, aku kan bisa mengambil kuenya tanpa ketahuan”. 

Dengan melihat situasi dan mengendap-endap Jason memasuki sebuah toko itu dan mengambil beberapa roti panas yang baru keluar dari oven. Dengan cekatan dia melakukan aksinya tanpa sadar ada cctv terpasang didalam toko itu. 

“Akhirnya aku berhasil, aromanya enak sekali”. Dengan mata yang berbinar-binar. 

Pemilik toko kembali dan melihat cctv dia melihat ada seorang anak yang mengambil roti-rotinya. Karna geram dia menyuruh anak buahnya mengejar si pencuri. Tapi anak kecil itu sudah menghilang tanpa jejak aneh sekali. 

“Bagaimana? Apa kalian menemukan anak itu?”. 

“Maaf nyonya kami tidak menemukannya dia cepat sekali menghilang”.

“Baiklah kalau kalian menemukan anak itu, bawa padaku beraninya dia mencuri roti-rotiku”. Kata pemilik toko. 

“Baiklah nyonya”.
         
Jason mendengar semua pembicaraan pemilik roti dan anak buahnya untung saja dia cepat sembunyi dibalik bukit-bukit yang penuh dengan semak-semak liar dan berduri. “Hampir saja ketahuan, aku tidak menyadari kalau ada cctv didalam hmm,, rotinya harum sekali”. 

Dengan tidak sabaran Jason memakan rotinya dengan sangat lahap. Dia belum pernah merasakan roti seenak ini. Di laboraturium dia hanya memakan makanan yang tidak layak. Makanan itu lebih tepatnya seperti makanan burung . 

Membayangkannya saja bikin orang tidak selera. Gimana tidak, makanannya seperti bubur berwarna hijau kadang berwarna coklat. Rasanya pun tidak enak. Sangat-sangat tersiksa sekali.Tetapi Jason merasa sedih, dia teringat teman-temannya yang masih terjebak di laboraturium. 

“Teman-teman, aku berjanji akan kembali lagi dan mengeluarkan kalian semua dari iblis bernama Aaron itu”.
 Ceritanya update setiap hari Minggu... Selamat membaca....



Comments

Popular posts from this blog

ALEXANDRA Part 10 - Sebuah Kebenaran

ALEXANDRA Part 9 - Tekad Alexandra